Rabu, 15 Maret 2017 0 komentar

Ngeblog Ketika Sibuk Sama Tugas Kuliah dan Laporan Praktikum


Seperti kata Mbak Nurul Innayah, blogger dan vlogger favorit saya (pun) sekaligus alumni IPB yang setuju bahwa menulis menjadi self healing yang sangat ampuh setelah melewati Senin hingga Jumat yang begitu panjang dan melelahkan.
                              
Saya betul-betul memanfaatkan libur Sabtu – Minggu ini dengan kegiatan-kegiatan yang membantu saya dalam menjaga kewarasan jiwa dan raga. Sabtu – Minggu saya dimulai dengan nugas dulu tentunya hahaha, karena selama tiga minggu perkuliahan ini, tugas saya sama seperti hujan kota Bogor, fluktuatif dan deras.

Untuk itu saya perlu penyembuhan supaya pikiran dan jiwa saya tetap sehat, hal yang saya sukai dari dulu tentu menulis. Menulis apa yang saya dengar, apa yang saya lihat, dan apa yang saya rasakan. Meski memang sebagai wadah curhatan dan terkesan sok asyique, tapi semoga tulisan-tulisan saya selalu bermanfaat.

Dari dulu, fakultas saya terkenal dengan laporannya yang ganas. Serius. Teman saya yang FMIPA aja bilang begitu. Iya sih, setahu saya FPIK sampai larut malam pun masih ramai. Lintang penuh sesak. Berhubung sekarang lagi masa-masanya PORIKAN, bercampurlah orang-orang yang mengerjakan laporan dan tugas kuliah dengan yang latihan untuk PORIKAN.

Saya benar-benar surprised sama kampus ini. 24 jam seakan nggak ada matinya. Gak ada tuh alasan nggak kuliah karena baru pulang subuh habis latihan. Meski pagi-pagi kelas dipenuhi tampang-tampang kuyu kurang tidur, mata-mata hitam panda, bangku-bangku kuliah yang penuh sama orang tidur, juga orang yang sibuk kesana kesini buat ngerjain laporan dan tugas yang juga deadline penggumpulannya hari itu. Disisi kanan ada yang mengerjakan laporan AHTD, disisi kiri ada yang latihan aerobik dengan energiknya. Luar biasa.

Saya kemarin sudah berkontribusi di FMAC (Fisheries Marine Art Contest) ikut cabang tulis lakon, pun saya jadikan tujuan sebagai ajang aktualisasi diri diantara sibuk-sibuknya mengerjakan laporan. Mereka pun sama, ikut cabang olahraga sana sini pasti untuk menyelaraskan kehidupan kampus dan kesenangan mereka biar pikirannya tetap sehat. Kapan lagi? Cuma setahun sekali.

Senin – Jumat kuliah, Sabtu – Minggu refreshing. Saya kurang suka jalan-jalan seperti Mbak Innnayah, tapi hobby menulis kami benar-benar ampuh sebagai self healing yang bisa membahagiakan jiwa dan raga sampai seminggu ke depan.

Jadi ketika ditanya, bagaimana masih bisa ngeblog sementara tugas kuliah nggak ada matinya? Jawabannya tentu dengan menjadikannya suatu kebutuhan yang harus dipenuhi. Menulis apa saja. Apa yang saya lihat, apa yang saya dengar, dan apa yang saya rasakan sepertinya akan menjadi tema nge-blog saya sampai beberapa minggu ke depan :D

You can do anything, but you can’t do everything.
                                                            
Rabu, 01 Februari 2017 0 komentar

Yang dirasakan cewek saat PMS

"Kalau cewek lagi PMS, memang bener PMS (pria memang salah)" - begitu kata salah satu teman cowok saya di kampus. Hmmm.. Ada benarnya juga.. Karena kata mereka fase ini amatlah mengerikan.

PMS atau premenstrual syndrome adalah kondisi perempuan yang mengalami beberapa gangguan psikis dan fisik ketika sedang menstruasi akibat banyaknya hormon progresteron yang dilepaskan. Kondisi kurang menyenangkan ini biasanya dialami 1-3 hari masa haid perempuan atau bahkan seluruh siklus haid. Biasanya perempuan yang mengalami PMS mengalami mood swing yang begitu buruk, kram perut, pusing cenderung vertigo, mual, mengantuk, pelupa, capek? Banget, banget, banget, dan juga perasaan sensitif yang parah. Sebagian besar perempuan mengalami gejala PMS, namun ada juga yang merasakan sebagian gejalanya atau bahkan tidak sama sekali. Gejala PMS pun bisa muncul 1-2 minggu sebelum haid. Syndrome ini bisa berbeda loh setiap bulan. Makanya fase ini adalah fase dimana cewek lagi galak dan ga bisa diganggu.

Yang Dirasakan Cewek Ketika Sedang PMS
"Kuingin marah, melampiaskan.. Tapi kuhanyalah sendiri disini. Ingin kutunjukan, pada siapa saja yang ada bahwa hatiku.. Kecewaaaaa..."

Lagu kecewa-nya BCL mewakili kami yang sedang PMS. Ya, kira- kira begitulah.... Hawanya malas ngomong, malas bercanda, yang ada kesel kalo digangguin, hal-hal kecil bisa bikin mencak-mencak, juga baper dan sensitifnya minta ampuun.

1. Mood Swing
Mood swing atau perubahan mood yang cepat. Gangguan psikis yang bikin gak nyaman banget. Kalau sedang haid, mood swing saya parah banget. Baper dan sensitifnya gak ketulungan, bisa all along the day nangis. Sebabnya bisa macam-macam, karena ngerasa dicuekin, inget orang tua, inget mas Dita, inget Nurul, terus ga dipinjemin kalkulator hahaha, atau dibentak sedikit aja langsung nangis. Perasaan gelisah juga bikin saya nangis parah, misal ketika mau ikut ospek di Pelabuhan Ratu, ngisi soal ujian yang tiba-tiba inget di luar saya salah, saya pun bisa nangis. Bawaannya juga kesal tiap hari, pernah waktu itu saya belajar ikhtiologi mati-matian sampai hafalin slide 240 nama ilmiah ikan dengan habitus dan anatominya. Lalu tiba-tiba temen sekost saya bilang "lagian ngafalin nama ilmiah ikan ga bakal ditanya juga nantinya" saya yang ketika itu sedang PMS, langsung menatap dengan tatapan tajam dan bilang "Diem aja ya!" belum lagi ditambah sensitifnya perasaan, bahkan ketika nonton Finding Nemo pun saya nangis karena sidang PMS.

How to deal to you:
Biasanya saya males banget ngechat orang saat lg PMS, biasanya langsung di end chat atau di read aja. Dan paling telpon sebentar. Dalam kondisi ini saya memang membatasi diri berhubungan dengan orang lain kecuali penting karena takut bikin tersinggung.

How to deal with her:
Buat kalian yang punya teman, keluarga, atau pasangan yang sedang PMS, buatlah dia nyaman dan senang, kalau perlu ajak belanja atau makan makan hahaha, asal jangan ajak makan rujak ya, perutnya bisa tambah jadi neraka nanti.
Sebenarnya yang dibutuhkan dia saat ini adalah pengertian, jangan malah tambah marah atau ngerasa dia dicuekin supaya dia nggak semakin kecil hati.

2. Kram Perut
Gejala PMS fisik yang tidak menyenangkan ini menjadi gejala PMS yang paling umum, meski ada juga yang tidak merasakan. Kalau saya termasuk yang merasakan, kram perut ini biasanya terasa di bagian pinggang, perut bagian bawah sampai di sekitar tulang selangkangan. Selain rasa sakit, kram perut ini diikuti dengan pegal, kadang juga terasa di sekitar punggung dan betis.

How to deal to you:
Saya tidak pernah minum obat, cukup sediakan dan oleskan counter pain di sekitar pinggang dan perut bagian bawah. Lumayan memberikan rasa hangat dan mengurangi pegal di bagian perut. Dan biasanya gejala kram perut membuat saya begadang dan jatuhnya kurang tidur. Saya minum paracetamol jika badan demam karena kurang tidur, sebulan sekali minum paracetamol tidak masalah, cukup satu butir saja.

3. Jerawatan
Gejala PMS yang paling bikin bete ya hehehe, kalau buat saya ya biasa aja sih, cuma memang nggak nyaman ketika biasanya gak ada jerawat di wajah tapi kali ini ada. Aneh aneh gemes pengen menghilangkan itu jerawat. Tapi nikmati saja.. Toh hanya sebulan sekali~

How to deal to you:
Biarin aja, jangan dipegang pegang. Memang agak aneh rasanya tapi cukup diamkan, kalau sudah matang, biarkan pecah sendiri jangan coba-coba dipencet hehehe, supaya tidak jadi flek bekas jerawat yang menghitam.

How to deal with her:
Kalau kalian punya keluarga, teman atau pasangan yang lagi PMS, please jangan diledekin dia makin banyak jerawatnya ya.. She is very sensitive now!

4. Pusing cenderung vertigo
Yup, beberapa cewek mengalami sakit kepala ketika sedang PMS, saya juga sih. Tapi tidak parah seperti kram perut.

How to deal:
Bisa pakai minyak angin, atau juga minum parasetamol untuk pereda nyeri. Jangan lupa istirahat yang cukup dan meninggalkan kegiatan yang berat-berat dan kurang penting.

5. Perubahan Nafsu Makan
Berbeda dengan cewek yang mengalami peningkatan nafsu makan saat PMS, saya justru mengalami sebaliknya, penurunan nafsu makan bahkan tidak makan sama sekali seharian. Sebenarnya kondisi ini tidak bisa disebut baik karena justru menyebabkan mual.

How to deal to you:
Saya biasanya suka minum yang manis manis biar tidak terlalu mual. Sekarang saya juga mulai memaksakan untuk makan meski hanya beberapa suap. Jangan lupa sedia obat magh juga karena khawatir malah terkena asam lambung.

6. Pelupa
Gejala PMS pelupa juga bisa dialami oleh cewek yang sedang PMS. Saya pernah mengalami kejadian lucu tentang gejala ini. Awalnya saya mau ke ATM, seingat saya.. Saya sudah menaruh ATM sekaligus KTM saya di saku baju. Tapi saya tidak sadar kalau saya membawa dompet.. Maka ketika sudah ada di ATM center, saya langsung periksa ATM saya di saku baju dan tidak ada. Berhubung saya yakin, saya lupa akhirnya saya pulang lagi ke kost dengan perut lapar, kram perut, dan panik KTM saya hilang padahal saat itu saya sedang UAS. Setelah sampai di kost, saya cari ATM saya dan tetap tidak ketemu. Sampai akhirnya saya buka dompet yang tadi dipegang di tangan dan ternyata ATM SAYA DI DOMPET!!!! Maka menangislah saya sejadi jadinya.. Untung waktu itu ada Nia, temen se-kost saya yang tiba tiba puk puk saya.. Karena lagi gak punya duit, lapar dan mau balik lagi ke ATM sudah ke buru capek, Nia akhirnya membuatkan saya oatmeal susu yang kebetulan masih ada di kulkas :')

How to deal to you:
Sebaiknya ketika sedang PMS, prepare kebutuhan agar tidak kelupaan seperti pembalut, uang, dan makanan instant sebagai cadangan supaya tidak repot kalau kehabisan stock. Dan fokus ya mbaak!! Banyak banyakin minum air putih (hahaha, kok kaya korban iklan ya)

Intinya Kami Butuh Perhatian Lebih
Bukan alasan dan pembenaran untuk minta di ngertiin juga dipahami, tapi begitulah kami yang sedang PMS. Pada masa itu, memang kami lagi betul betul sensitif, super manja, dengan emosi yang tidak stabil. Jadi, harap maklum..

Kamu punya pengalaman PMS yang lain?

Minggu, 25 Desember 2016 0 komentar

Me Time versi Nabila

Bagi saya, minggu ini menjadi minggu yang terberat.

Setelah hampir masuk rumah sakit karena suhu tubuh saya yang naik turun secara fluktuatif, tubuh kemerah-merahan entah itu alergi atau apa, sakit tenggorokan pake banget, belum lagi mengetahui bahwa minggu ini adalah minggu dengan garis ujian praktikum terpanjang sepanjang masa perkuliahan saya. Ditambah adanya sidang laporan, kuis akhir pertemuan, laporan yang masih jadi draft dan entah kapan di acc asisten, dan yang terakhir dan tersedih yaitu kena semprot asisten karena telat mengirim draft laporan karena saya kan gak ada laptop T_T

Mungkin tepat dengan penggalan lirik lagu Roar-nya Katy Perry, “And you’re gonna hear me roar.”

Yes.. saya jadi super sensitif dan manja abis. Eh, tapi ga bisa manja deh, manja ke siapa juga. Hahaha.. Intinya saya lebih sering marah-marah, melamun, juga lagi bingung mau cerita ke siapa. Btw, alhamdulillah-nya minggu ini ditutup dengan libur Natal ditambah cuti. Lumayan banget buat anak IPB bisa libur sampai 2 hari. Orang biasanya hari minggu juga ke kampus. So, kami benar-benar punya libur yang berkualitas meski ga produktif sih :p wkwkwk

Dan pasti, jadi bisa ngerjain hal-hal yang menurut saya itu self healing banget. Me time versi saya simple but membahagiakan :) biasanya sih saya suka maskeran dan luluran hehe, coba-coba bikin resep baru (kalau tadi tahu bulat), dan juga ngeblog (sayangnya, sudah gak seproduktif dulu) dan nulis buku diary, dan pasti membaca buku non-teks book.

Dan sebenarnya, saya punya draft ngeblog yang banyak banget yang belum bisa di post karena belum matang. Entah itu karena apa, but well the problems depend on people. Bukan waktunya yang sempit, tapi sayanya yang nggak bagus time management-nya.

Drafts ngeblog saya isinya macam-macam. Mulai dari review setiap pertemuan Dasar-dasar Komunikasi yang jujur ya, saya katakan.. inilah mata kuliah yang ilmunya benar-benar saya internalisasikan ke kehidupan saya sehari-hari :p mulai dari komunikasi verbal dan non verbal sampai komunikasi antar pribadi yang ternyata setiap fase kebersamaan dan perpisahan ada tahap-tahapnya. Saya juga sempat mengendapkan tulisan dengan hobi baru saya, yaitu dandan hehe.. mulai dari review lulur organic milk bengkoang yang saya pakai pas skin tone saya lagi gelap-gelapnya karena keseringan berenang sampai review lipstick matte saya yang ternyata kurang cocok karena too dry meski pigmented banget ke bibir saya huhu, review resep memasak kaya masak opor ayam, juga review buku-buku yang setiap minggu dibaca. Semoga nanti bisa diselesaikan dan diposting segera..

Jadi itu-lah me-time versi saya. Belum sempat di posting satu-satu. Tapi saya berharap besar bisa segera diselesaikan sih :( terlebih untuk yang beauty theme dan memasak, rasanya saya memang harus update supaya ada kenangan kapan pertama kali saya jadi tertarik dengan make up dan masak, juga mungkin bisa bermanfaat..


Kalau me-time versi  kalian?
Senin, 14 November 2016 0 komentar

Atmosfer Mahasiswa Tingkat Akhir

Ya, aku memang mahasiswi semester 3.

Tapi atmosfer tugas akhir, menjadi mahasiswi tingkat akhir, penelitian, skripsi, seminar, sidang sudah terbayang bayang di pikiran.

Memang, aku dekat dengan mahasiswa tingkat akhir. Pasti bahasan obrolan kami selalu mengenai topik tentang skripsinya.
A: "Mas, lagi apa?"
M: "Nyusun proposal dek."

Begitu aja seterusnya. Skripsi, proposal, sidang, dosbing, dan lain lain.

A: "Mas, lagi apa?"
M: "baru pulang kuliah, dek. Adek lagi apa?"
A: "Oh, baru pulang kuliah juga. Yaudah, istirahat dulu yaa."
*tiga jam kemudian*
A: "Maaaaas, lagi apa sih?"
M: "Maaf dek, mas tadi fokus ke proposal. Besok harus dikumpul outlinenya."

Huft. Awalnya aku ngerasa kok ambis banget ya. Tapi emang gitu sih, kalo kita emang dikomporin jadi panas juga ya akhirnya. Haha..

Aku jadi ngerti, karena untungnya semua asisten praktikumku rata rata memang angkatan 50 atau angkatan 2013. Jadi memang lagi jadi mahasiswa semester 7. Kalau normal 4 tahun, lagi jadi mahasiswa tingkat akhir dong ya..

Asprak juga begitu, kalau mata kuliah alat penangkapan atau yang masalah desain dan gambar detail (mata kuliah yang gak ngejelasin teori kaya ngajar macam oseanografi umum gitu) jadi ya kami ditinggal ngerjain proposal skripsi wkwk
N: "Kak, ini gimana? Betul nggak?"
A: "Ini dek, beda payang sama dogol, payang tali ris atasnya lebih pendek, kalau dogol sama panjang."
*lalu lanjut fokus ke laptop*
N: "Terus ini salah di apanya kak?"
A: "Udah betul sih, cuma ini yang bawah badan jaringnya lebih menjorok ya."
*lanjut ngetik*

Atau begini:

*bawa bawa ikan*
N: "Kak, ini ikan belanak ada sisik di tulang pipinya gak?"
A: "Hmm, gimana dek?"
N: "Ini loh, kak.. Ikan belanak ada sisiknya gak di tulang pipi?"
A: "sebenernya ada, dek. Tapi kayaknya sudah termodifikasi."
N: "Ok kak."
*lalu fokus kembali ke laptop*

Jangankan asprak, temen temen seangkatanku yang ikut PKM juga gitu kok. Sama aja omongannya. Proposal, lembar pengesahan, bimbingan, penelitian dan lain lain. Bedanya kalau PKM, topiknya lebih spesifik dan unik sih, juga yang bikin istimewa didanai sampai belasan juta untuk penelitian dan dapat apresiasi kalau dapat medali.

At the point, atmosfer mahasiswa akhir terasa banget kuatnya. Karena sehari-hari aku bersinggungan langsung dengan hal yang begitu. Sampai sampai dosen ku juga udah ada yang ngomong begitu kok. (Wkwk, bukan pembelaan terlalu semangat kok) (mahasiswa tingkat akhir jangan sewot ya) #eh

D: "Kalian semua kalau mau skripsi, jangan pas dateng ke dosen misalnya ditanya mau topik tentang apa malah balik nanya "hmmm apa ya bu?" aduh, jangan sampe deh. Kalian kuliah sampe hampir 4 tahun belajar apa aja? Nyusahin dosen kalian kalo gitu. Makanya dari sekarang mulai cari isu isu, lalu tahun depan cari masalah yang sederhana aja, lalu kembangin lewat bimbingan dan diskusi dengan dosen pembimbing."
D: "Jangan sampe kalian berleha leha. Karena dosen disini punya kuota. Setiap dosen hanya 4 mahasiswa bimbingan skripsi."
D: "Kalau kalian gak niat, sudahlah. Kalian akan males nyari topik skripsi. Prinsipnya, asal bisa lulus dari IPB."
D: "Ya udah, kalian cuma dapat dosen yang masih ada kuotanya. Bukan berarti dosen itu gak laku. Tapi karena memang divisi itu kurang diminati karena sulit. Kalian semakin parah deh. Kalau kalian ga sanggup apalagi."
D: "Tinggal tunggu aja, siapa dosen yang mau nerima kalian. Tapi kasian dosennya, dapet mahasiswa yang kaya gitu."

Hahaha, ngenes banget :')))

Sampai-sampai kemaren Jumat, saat asprak fishery method bilang sudah seminar dan sidang, tinggal wisuda bulan Januari besok. Duh, kok jadi kepikiran ya? Haha..
N: "Des, gue nanti topik skripsi apaan ya?"
D: "Iya, gue juga kepikiran."

Hahaha, yang denger obrolanku sih cuma komentar kalau skripsi masih lama. Tapi tetap aja, melihat betapa pusing, betapa sulit, betapa sibuk, betapa penatnya mereka, aku juga mulai atur strategi. Strategi gimana bisa lulus cepat, dapat dosen pembimbing terbaik (dengan sudah diincer duluan haha), cari isu perikanan dan masalah, nyari divisi yang aku minati di departemen, dan topik skripsi yang sekiranya aku mampu dan aku kuasai.

Well, aku sebenernya udah punya dosen dosen yang hendak dituju per divisi kok haha.. Gak maksud menduakan atau mentigakan bahkan menlimakan (aduh, ini gimana ya nulisnya?) dosen yang mau aku tuju pada akhirnya, tapi aku masih belum tau divisi mana yang akan aku pilih, karena sejauh ini masih enjoy dan ngerasa menarik semua.

Yang jelas, aku berharap topik, dosen dan skripsiku adalah satu paket tugas akhir yang terbaik. Kalau masalah dosen, semuanya pasti punya kredibilitas dong.

Dan selain berkredibilitas, ramah, dan kompeten di bidangnya. Aku berharap semoga saja dosbingku nanti juga termasuk dosen yang romantis (wkwk, ngaco) 😆😆😆

Ya kali aja nanti ngomong begini;

"Mari nak, kubimbing kau dengan bismillah" 🙈🙊🙊🙊🙈

#eaaa #dosbing #romantis 😆😆😆



Sabtu, 12 November 2016 0 komentar

Sesi UAS

Biasanya di IPB itu, pembelajaran sesi UAS, dosen dosen maupun asisten kami banyak yang diganti. Jadi ya diajar sama dosen baru dan ditemenin belajar sama asisten baru 😁😁

Aku selalu punya kebiasaan setelah kuliah selesai, baik ngerjain tugas atau laporan, satu hal yang selalu aku lakukan yaitu kepo.

Wkwk, pertama sih kepoin instagram asisten yang ngajar di kelas, wkwkwk. Sumpah, ini aku bercanda ya 😆😆

Enggak kok, enggak..

Aku selalu kepoin dosen-dosen yang baru masuk kelas. Dari semester awal suka begitu memang. Bagiku agak penting biar tau background dan cara ngajar beliau-beliau. Juga track record nya dong, biar belajarnya makin semangat.

Misal nih, semester 3 ini aku kedapetan diajar sama guru besar, biasanya sih lulusan S2 dan S3 di Jepang, pantes beliau gak pernah mentolerir keterlambatan.

Atau dosen-dosen sesi UAS yang alhamdulillah enakeun pisan ngajarnya, ya Allah Ibu eta teh enakeun pisan, pantes masih muda hahaha.. Lulusan S1 IPB dong, lulusan S2 dan S3 UI. Masih idealis gitu deh, ngajarnya enak lebih paham ke remaja. Sebelumnya memang sudah senior, lulusan universitas di Eropa tapi aku lupa dimana persisnya. Memang lulusan IPB bidang science lebih ke Jepang atau Korea sih kalau sosial ekonominya lebih ke Eropa.

Tapi gak mutlak begitu sih...

Dosen ikhtiologiku baru, dan Professor. Baik dan bijaksana sekali. Ternyata setelah aku gugling, beliau lulusan Universite Pierre et Marie Curie. Setelah aku gugling lagi, ternyata universitas terbaik dunia bidang riset teknologi dan sains. 😱😱😱

Duh senengnya dapet kesempatan diajar sama orang orang hebat. Terkadang juga beliau beliau ini merangkap pejabat negara, macam Ketua Atase Pertanian di Roma, atau dosen matkul mayorku merangkap menjadi Atase Pendidikan dan Kebudayaan di Kuala Lumpur.

Jadi ya begitu, macam ilmu padi lah, semakin berisi semakin merunduk. Semakin tinggi ilmu dan kematangan spiritual, semakin bijak dan rendah hati.

Hmm, baiklah. Bismillah, semoga aku tetep rajin mengkepoi orang orang hebat #eh 🙈🙊 maksudnya rajin kuliah dan meniru kebaikan dan ilmu ilmu dari beliau beliau orang hebat itu.

Kalau asisten kayaknya enggak, wkwk.. Soalnya susah, namanya aja belum ada di google. ahaha.. tapi pasti dapet huruf mutu A atau AB dong di matkul yang diasprakin :p

Lagian aku selalu menerapkan ilmu daskom yang telah dipelajari, berdasarkan persepsi kayaknya aku lebih ke kesan resensi karena kesan yang paling mempengaruhi persepsiku yaitu kesan terakhir. Dalam arti, meskipun kakak kakak ini charming, kalau ngajarnya kurang sreg tetep aja lah aku punya penilaian sendiri. Begitupun kalau yang awalnya biasa biasa aja, tapi cara ngajarnya membuat jendela di otakku terbuka, aku lebih seneng hehe hehe

Kalau udah charming terus ngajarnya enak? Wahhh, itu sih yang namanya idola wkwkwk 😆😆😆

Tapi teteup, asisten terfavorit aku ya kamu.

Iya, kamu :)






Rabu, 09 November 2016 0 komentar

Karena Pria (pun) Ingin Dimengerti

Judul di atas memang kontradiktif sama judul lagunya Ada Band 😅😅

Jadi aku tadi serius mendengarkan curhatan seorang teman cowok yang lagi diambekin sama cewek. Jangan suudzon ya, dia temennya temen ku yang deket banget. Jadi dia dekat sama temenku, tapi dia baper banget sama temen deketku. Hmm, gimana ini.. Ya begitulah. Intinya dia temen dekat temen deketku, eh tapi dia emang temen TPB ku sih. Wkwkwk.

A: "Huaaah.. Kekmana ni dia tiba-tiba pulang aja?"
N: "kenapa sih? Dari tadi rungsing aja 😄😄"
A: "Si A pulang, Bil. Pusing ah beteee..."
N: "Wkwkwk, lo ga nungguin dia kali berangkatnya."
A: "Enggak Bil, gue nungguin kok. Terus dia pulang sendirian. Gak ngerti, gak mau ngomong gak dianterin
N: "Wkwk, karena wanita ingin dimengerti." 😝😝
A: "Dak ngerti, cewek kompleks. Karena wanita ingin dimengerti. Gue kesel sama pencipta lagu itu. Menyudutkan. Wanita selalu benar."

Wkwkwk.

Aku cuma melengos sih, pergi gitu. Abis temen ku jadi bete dan gampang marah marah, dia malah ngatain busy like bee, busy like bee -.- tolong lah, itu bio wassap sama lineku. Kzl. lagi bete aja masih suka ngeledek. Terus aku lihat, temen temen yang mau ngisi buku tugas juga kena damprat dia. Wkwk, lucu.

Eh tapi sih, aku abis itu langsung mikir. Mikir banyak hal. Mikir macem-macem.

Ternyata. Ternyata. Sebegitu berantakannya hati dan pikiran seorang cowok ketika lagi marahan sama ceweknya.

Bingung kali ya. Serba salah. Aku bener baru lihat deh. Mungkin juga gak fokus. Bukan mungkin sih memang bener ga fokus soalnya ngerjain tugasnya ngawur :(

A: "Busy like bee, lo udah berapa orang?"
N: "tinggal 36 orang lagi."
A: "Aaaaaah, gara gara dia gue ga fokus, masa gue baru 6 orang. Kurang 80 lagi. Aaaa."

Hmmm... Sek, aku tarik nafas dulu.

A: "Nabil, kost lo dimana?"
N: "Bateng.."
A: "Pulangnya bareng. Gue mau beli paket. Gue mau jalan jalan. Gue galau 😭😭😭" (eh dia gak nangis deng. Haha)
N: "Ngapa lo? Mau curhat ya? Wkwk.."
A: "Wkwkwk, biarin mau busy like bee gue."
N: "Lazy like snail."
A: "Wuahaha, snail gak lazy. Yang lazy cat. Makan, nonton, b*ker. Makan, nonton, b*ker"
N: *ketawa ngikik sambil keliatan gigi*

Beres beres. Semua orang di rumah itu udah lengkap katanya. Pulang. Bareng si Ay tentunya, Ayi maksudnya. Dia lenjeh emang maunya dipanggil Ay. Dibuku tugas juga gitu. Sebel -.-
N: "Ay, CMIIW."
A: "Bil, tolonglah.."
N: "Dak gaul. Correct me if I wrong."
A: "Hihi, maap gak fokus."
N: "Ay, emang kalau cewek lagi ngambek, sebegitu berantakan kah hati seorang laki-laki?"
A: "Iya.. Asal lu tau aja ya, Bil.. Rasanya tuh bingung, pusing."
N: "Ooo.." *manggut manggut* *inget sama seseorang yang sering diambekin* (pokoknya ada lah ya)
N: "Pernah gak lo marah besar sama cewek lo?"
A: "Pernah."
N: "Terus lo ngapain dia?"
A: "Diemin."
N: "Terus?"
A: "Gue tinggal tidur."
N: "Oo.. Dalam posisi kayak gitu, lo kehilangan rasa sayang gak?"
A: "Engga lah. Justru kalau menyerah itu malah sayang banget, sayang banget."
N: "Lo berharap dia hubungi lo?"
A: "Iya.."
N: "Kenapa?"
A: "Karena gue merasa dibutuhkan sama dia. Gue ga pengen aja kesannya, laki laki yang harus ngemis. Ngasih perhatian mulu."
N: "Ooo.. Apalagi lo ldr ya?*
A: "Iyaa.. Gue bilang kan makanya kalau berakhir, jadi sayang banget. Makanya gue mati matian bertahan. Lo kan udah belajar daskom, lo tau lah komunikasi non verbal tuh susah ditebak maksudnya apa. Makanya deh, cewek juga harus ngerti, kalau main kode kodean tuh susah. Lo tau susahnya nebak perasaan orang."
A: "Plis atuh, da cowok teh bukan peramal."
N: *menampar nampar diri sendiri*
A: "Sama kaya wanita yang ingin dimengerti. Kita pun sama."
N: "Iya ya, gak bener tuh yang bilang perempuan selalu benar."
A: "Coba aja, cewek sadar, marah ya tinggal marah. Gak usah diem diem gitu, melengos pergi. Karena pria juga pengin dimengerti, Bil. Pria juga ingin dimengerti."

Oh ternyata. Karena pria (pun) ingin dimengerti.




 
;