Tampilkan postingan dengan label Beauty. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Beauty. Tampilkan semua postingan
Selasa, 29 Januari 2019 0 komentar

The Empties and Mini Review

Wow, rasanya seperti rekor dan bangga sendiri kalau bisa menghabiskan suatu produk skincare atau make up. Biasanya kan jarang banget karena aku anaknya bosenan, pengen gonta-ganti, dan cari yang lebih murah hahaha, maklum lah, aku kan mahasiswi missqueen. Tapi ini adalah rekor dimana aku sampai re-purchase 2 – 3 kali. Karena selain murah, aku pastinya suka banget sama produk ini. Kebanyakan sih skincare, tapi ada satu jenis make up yaitu gincu yang sampe aku re-purchase sebanyak 5 kali karena sesuka ituuu, it looked perfect dan paling pas di bibir dari segi warna dan tingkat kenyamanannya, dari segi cocok dipake dimana aja dan occasion apa aja. Btw, produk-produk the empties yang sudah aku re-purchase dan akan aku kasih mini review-nya adalah;
  • Purbasari Colour Matte Lipstick No. 86 (Topaz)
  • Emina Sun Protection SPF 30 PA +++
  • Velrose Secret Organic Mask
  • April Skin Magic Snow Cushion (23 Natural Beige)
Mau masukin mini review, karena kalau full review kelamaan dan biar sedikit keliatan berguna gitu kan hehe.

Yang pertama adalah Purbasari Colour Matte Lipstick No. 86 (Topaz) dulu. Lipstick ini sudah mulai aku pakai sejak tahun 2016. Waw, 3 tahun loh gengs. Dan aku tidak ganti-ganti. Dulu sih warna yang pertama aku pakai adalah no. 88 yaitu amethyst. Tapi sejak tau warna no. 86 yang se-cucok meong itu dipakai Rani dan aku tertarik. Aku beli terus dan masih aku pakai saat ini. Waw, parah sih. Gak pernah aku sesuka dan sesetia ini sama satu warna lipstick. Koleksi lipstik memang banyak, tapi harus selalu punya stok si purbasari no. 86 ini. Belum lagi harganya yang super mursida alias murah. Dulu di Al-Amin masih sekitar 31 ribu, terus gara-gara sering langganan toko samahargashop di shopee harganya jadi 21 ribu. Parah emang hahahaa. Maklum ya, aku bilang kan mahasiswi missqueen.

pinterest.id

Purbasari ini warna nya merah bata gitu. Aku suka, karena basically, aku memang nggak terlalu suka pakai lipstik nude. Dunno why. Bentuk lipsticknya tabung gitu dan wanginya gak mengganggu sih. Satu-satunya yang jadi kekurangan lipstick ini menurutku adalah gampang banget patah di dalam. Udah kaya hati aja ya kan. Jadi, lipstick ini sekali jatuh, besar sekali kemungkinannya buat patah. Bikin bete banget sih, tapi masih bisa dimaafkan karena kelebihannya lebih banyak dan tentu saja karena sudah kadung cinta.

Terus gimana tingkat kekeringannya? Dulu sih sewaktu belum pakai vaseline lip therapy se-bagus apapun claim lipstick pasti bikin bibir ngelupas. Tapi sejak pakai lip therapy, fine-fine aja sih.

Ternyata banyak juga sih temen aku yang pake warna ini. Ibu aku juga pake. Malah hadiah seminar aku dari Widya kan lipstick ini ya, diminta sama ibu gara-gara ibu ku juga pake lipstik dengan shade 86 (Topaz) ini. Soalnya kalau menurut aku, lipstick ini gak cuma cakep di warna bibir yang terang. Kayaknya semua warna bibir masuk. Dia ini untuk warna bibir yang masih pink cakep banget, warna merah bata keliatan seger gitu karena ada hint orange nya juga. Terus yang bibirnya nggak pink atau pun nggak hitam, lipstick ini beneran keliatan real merah bata. Dan di bibir yang warna nya kehitaman, lipstick ini jadi keliatan kaya warna brown choco. Aduh, cantik banget.Aku beneran nggak bisa berpindah ke lain hati. Buat yang suka warna-warna lipstick yang nggak bold tapi nggak nude juga, lisptick ini recommended banget. Tinggal kalian sesuaikan aja harus berapa kali poles.

Yang kedua adalah Emina Sun Protection SPF 30 PA +++, merupakan sister brand dari Wardah dan Make Over. Packaging-nya yang unyu-unyu dan harganya yang murah tentu saja jadi alasanku membeli produk ini. Semenjak setahun lalu concern memakai skincare, sunscreen merupakan produk wajib yang harus dipakai. Entah waktu masih pakai 10 steps korean skincare atau minimalist skincare kaya sekarang. Wajib banget pokoknya.

Tekstur sunscreen ini ringan banget, wanginya juga enak dengan wangi citrus gitu. Pas make sunscreen ini rasanya kayak pake pelembab aja. Enggak ada whitecast (pantulan putih-putih). Meski bikin wajah agak basah gitu. Jadinya kelihatan healthy skin. Tapi sih yang paling penting nggak bikin beruntusan sama nggak bikin komedoan. Kalau lagi berjerawat pra menstuasi, aku nggak pernah pakai make up, cukup pakai sunscreen ini. Pemakaian yang rutin juga bisa menghilangkan bekas jerawat.

sociola.com

Highly recommended buat kalian yang nyari sunscreen murah dengan spf yang so so lah dengan aktivitas di indoor seperti kuliah dan sekolah.

Yang ketika yaitu Velrose Secret Organic Mask. Nothing can’t describe pokoknya. Aku cinta mati sama produk ini. Dari 5 varian maskernya sudah aku coba 4 varian. Dan semuanya cocok. Tapi yang paling dewa sih yang varian carrot tomato nya. Skincare multifungsi yang bisa jadi facial wash, masker, lulur wajah, juga scrub ini sudah aku singgung sedikit juga di 10 steps korean skincare routine. Sayangnya agak mahal kalau sekali beli. Sekitar 100 ribu. Kan lumayan ya kalau lagi nggak punya duit. Hehehe... sejauh ini sih ini masker favorit aku yang absolutelly pasti akan selalu di repurchase (kalau punya duit) tentunya. Kalau kalian menyodorkan pilihan dengan merk merk masker high end, maaf ya, aku bakal tetap pilih masker ini sebagai yang terbaik karena masker ini pernah nyembuhin jerawat aku tanpa ke dokter selama 2 minggu aja.

review.soco.id

Dan yang terakhir yaitu, April Skin Magic Snow Cushion (23 Natural Beige). Pertama kali pakai cushion dan sebenernya aku suka-suka aja sih sama cushion ini. Dulu tuh, aku males banget pake foundation ditambah harus pake concealer. Untuk mengatasinya beli cushion ini katanya yang super high coverage. Meski tone cushion ini keputihan (padahal shade paling gelap lho), tapi lama lama dia bakal oksidasi dan nyesuain sama warna kulit kita kok.

beautynesia.com

Tekstur nya ringan dan bikin muka kelihatan sehat banget. Aku kalau pakai ini juga ga pernah pakai bedak jadi tinggal di tap-tap aja sama blush on cream. Finish dari cushion ini kalau menurutku lebih ke dewy ya, tapi ya ga mengkilat banget. Enak sih. Tapi sepertinya enggak akan aku repurchase. Karena sekarang aku juga lebih nyaman pakai bb cream pixy yang four beauty benefits. Kalaupun pengin pakai cushion, sepertinya aku akan lebih memilih pakai wardah instaperfect, pixy make it glow cushion, atau emina bare face with me.

Yaudah segitu dulu, besok besok kalau ada yang habis aku kasih tau terus aku mini review lagi (kalau lagi mood)

See you next post!
Senin, 13 Agustus 2018 0 komentar

10 Steps Korean Skincare Routine Under 200K

Sejak bulan Desember lalu, aku mulai concern ngurus wajah dan tubuh. Dari yang mulai nggak tahu bedanya serum sama essense, mousturizer sama sunblock yang dulu kukira sama, ataupun make up yang bikin pusing entah itu dari primer, foundation, concealer, dan lain-lain sampai sekarang jadi hafal betul. Nggak begitu addict tapi senang aja sih kalau ngomongin tentang perawatan muka. Mungkin karena hakikat perempuan begitu ya, juga mungkin sekali karena keseringan liat akun Females Daily dan nonton videonya Suhay Salim.

Karena inilah postinganku di blog akan bertambah satu tag line yaitu tentang “beauty”, juga karena mendapat request untuk menulis tentang skincare harian baik pagi, malam, dan skincare mingguan. Sebenarnya permintaan untuk mereview skincare sudah ada sejak bulan Juni. Namun, berhubung wajahku sedang berjerawat parah jadinya belum sempat ditulis juga tentu saja karena badmood bawaannya hehe. Fyi, setelah bulan Maret dan April kulitku lagi bagus-bagusnya. Entah kenapa, mulai pertengahan bulan Mei kulitku jadi beruntusan parah. Full di pipi kiri dan kanan. Datangnya berkoloni jadi beneran bikin mau nangis setiap hari. Alasannya aku juga kurang tau, entah itu karena keseringan begadang, stress, lupa cuci muka, atau bagaimana. Yang jelas, ketika di Pangandaran beruntusanku tambah parah. Beruntungnya sekarang sudah sembuh 100%, tinggal menghilangkan bekasnya yang terlihat bintik-bintik karena masalah kulitku kemarin ya memang bukan jerawat besar-besar tapi lebih seperti baby acne atau milia.

Sejak awal, aku nerapin 10 steps skincare korea. Sebenernya nggak papa kalau nggak 10 steps, tapi orang Korea memang harus melakukan itu mengingat iklim dan cuaca di negaranya. Kalau aku? Terlanjur suka sih, jadi dilanjut aja sampai sekarang. Karena 1 bulan ini kepake banget juga, alasan pertama karena sedang berjerawat sebagian besar produk skincare-ku diganti dengan produk-produk yang mengandung tea trea oil, sulfur, dan benzoyl peroxide jadinya kulitku super kering meski notabenenya tipe kulitku itu normal sampai kombinasi di area t-zone. Kedua, karena menjalani KKN di pelosok Sukabumi yang cenderung dingin, kulitku jadilah semakin kering bahkan bibir pun jadi super kering.

10 steps skincare korea yang aku pakai sama sekali nggak mahal. Sangat affordable karena aku sendiri belum berpenghasilan selain dari honor ngasprak atau royalti dari novel. Selain itu, aku rasa kulitku tidak punya masalah yang terlalu berat selain jerawatan kemarin yang alhamdulillah sekarang sudah sembuh (dan tidak akan terjadi lagi insyaAllah), misal keriput atau sejenisnya. Jadi aku kira, aku belum butuh produk-produk yang ada anti-aging dan karena itu produk-produk ini masih sangat cocok di muka perempuan di usia 17- 25 tahun. Terinspirasi dari 200k make up challange yang aku tonton di youtube, ini dia skincare harian (morning dan night) dan mingguanku yang super murah tapi berkualitas;

Ovale Miccelar Cleansing Water Brightening for Acne Skin & Viva Milk Cleanser Lemon
Setiap pagi dan malam aku selalu pakai ini. First cleanser yang dipake sebelum cuci muka. Dulu sebelum berjerawat pakai viva milk cleanser aja karena murah haha selain itu karena segar aja wangi lemon, pas berjerawat juga pakai viva milk cleanser lemon karena kata dokter kulitku cleanser ini aman dan ringan. Pemakaian pagi dikhususkan untuk membersihkan sisa-sisa skincare malam yang dipakai sedangkan pemakaian malam dikhususkan untuk membersihkan seluruh make up dan kotoran setelah beraktiviitas seharian sebelum tidur. Aku bisa dikatakan tergolong baru memakai ovale miccelar water karena semenjak sembuh dari jerawat aku harus melakukan extra cleansing.

Double cleansing? More. Triple cleansing? More. Sejak sembuh berjerawat i am doing to quadruple cleansing. Aku ngebersihin muka sebanyak 4 tahap. Pertama pake milk cleanser, dilanjut miccelar water, cuci muka pake facial foam, terakhir pake toner. Kenapa? Aku kapok banget jerawatan parah lagi.

Garnier Pure Active Matcha Deep Clean, Nivea Sparkling White Facial Foam, JF Sulfur Acne Care, JF Sulfur Acne Spot Care, & Lulur Wajah Organik Velrose Secret Carrot Tomato
Facial foamnya banyak amat, Nab! Hihihi iya, inilah akibat dari transformasi kulit yang tadinya nggak kenapa napa sampe ke breakout parah. Untuk yang Nivea Sparkling White Facial Foam belum bisa aku review karena aku beli itu pas banget sehari sebelum aku jerawatan. Aku nggak bisa pakai itu karena muka berjerawat memang sebaiknya menghindari pemakaian skincare yang mengandung whitening. Yang Garnier Pure Active Matcha Deep Clean baru beberapa kali dipake tapi kurang ngasih efek apa-apa di aku ketika berjerawat. Selain itu aku agak kurang suka sama Garnier ini karena terlalu kesat. Lalu aku beli JF Sulfur Acne Care, sabun cuci muka ini bagus banget setelah dibuka. Bentuknya batangan sama kaya JF Sulfur Acne Spot Care. Minusnya cuma kurang higeines aja dan membuat kulit aku supeerrrr dryyyy. Jadi harus dihidrasi menggunakan toner dan pelembab.

Ketika aku pakai JF Sulfur Acne Care ini jerawat kecil akibat hormon pra-menstrual langsung hilang dalam dua hari. Tapi karena di pipi banyaknya masya Allah, aku barengi sama Lulur Wajah Velrose Secret Carrot Tomato. Ini sih holy grail aku banget. Lulur wajah ini organik ya, aman buat ibu hamil dan menyusui, bisa dipakai setiap hari 2x sehari sebagai pengganti sabun cuci muka. 2 minggu pakai ini jerawatku sembuh 100% tinggal bekasnya aja. I super highly recommended this! Aku memang langganan dengan sudah mencoba 4 varian, ketika kulitku lagi bagus-bagusnya aku juga lagi pakai lulur wajah ini yang varian green tea. Cocok buat kamu yang punya kulit sensitif, berjerawat atau tidak, dan yang mau lepas krim dokter. Aku pakai ini dibarengi dengan JF Sulfur Acne Care karena aku merasa masih agak licin karena lulur ini benar-benar diproses dari Tomat dan Wortel yang dijadikan seperti tepung. Oh ya, lulur ini multi fungsi, bisa dijadikan lulur sekaligus sabun cuci muka, masker, dan scrubbing juga. Karena sekarang sudah habis, jadi pakai JF Sulfur Acne Spot Care untuk fokus mereduce dan menghilangkan bekas jerawat. Mungkin kalau si JF Sulfur yang satu lagi juga sudah habis, mau menghabiskan si Garnier dan Nivea.

Masker Organik Crushlicious varian Coffee and Chocolate
Sebelumnya aku pakai sheet mask kaya orang Korea gitu. Merk nya macam-macam, bisa rorec, etude house atau nature republic. Tapi aku lagi pengen pakai masker organik yang memang bisa dipakai setiap hari. Selain Lulur Wajah Organic Velrose Secret, akhirnya aku pilih masker organic crushlicious coffee dan chocolate. Untuk yang kopi sendiri, super recommended karena baru 3 hari pakai aku ngerasa lebih berkurang aja bekas jerawat ku. Huaa, bakal repurchase lagi ini mah buat make sure muka ku benar-benar bersih dari bekas jerawat. Untuk yang coklat belum bisa kasih review soalnya aku lebih sering pake yang kopi. Jadi, insyaAllaah, soon yaa...

Viva Face Tonic Green Tea, Viva Face Tonic Astrigent Cucumber, Viva Face Tonic Lemon
Pastinya selain murah, toner ini sangat legendaris. Produk yang pasti aku gunain sehabis mandi dan sebelum tidur. Selain menyeimbangkan pH kulit sehabis mencuci muka, fungsi toner juga untuk menyegarkan, varian lemon sendiri aku gunakan dari awal pake skincare sampai selesai sembuh dari jerawat. Sewaktu berjerawat, aku skip dulu. Aku juga melakukan pencarian super detail bagaimana menghilangkan jerawat mulai dari nonton youtube sampai baca review produk skincare di google. Dan taraa, aku nemu di YouTube dan aku buat sendiri, aku nyebutnya sebagai toner ajaib. Toner ini adalah viva face tonic green tea yang aku campur dengan varian astrigent cucumber dengan perbandingan 1:1. Fungsinya, selain untuk menghilangkan jerawat dan meredakan peradangan oleh si green tea yang ada kandungan tea tree oil, astrigent cucumber itu fungsinya untuk meringkas pori. Makanya aku bersyukur banget, meski aku punya bekas jerawat dari kejadian kemarin, alhamdulilah mukaku tidak ada scars (bopeng), karena kata dokter kulitku kalau ada bopeng cara ngilanginnya yaitu dengan dilaser. Sekarang, aku sudah kembali ke varian lemon untuk brightening dan reduce acne blemish yaa :)

Serum/Essense Hanasui Whitening Gold
Hahaha, nggak adil ya. Sebenernya serum atau essense itu dipisah, tapi karena belum menemukan essence yang cocok akhirnya digabung dulu. Serum ini udah aku pakai dari bulan Desember dan enak banget. Rasanya kayak nggak pake apa-apa. Mungkin penggunaan serum belum bisa dilihat hasilnya sekarang, tapi sangat kerasa banget loh di usia menjelang kepala 3. Aku sih pengennya ketika usia kepala 3 terlihat seperti kepala 2. Pas umur 40 tahunan pengen keliatan kaya 30 tahunan, makanya aku lagi berusaha sekali untuk menggunakan serum ini secara kontinyu untuk 3 bulan sampai 6 bulan. Aku pilih serum ini karena ada kandungan vitamin C, vitamin B3, juga yang paling seneng ada niacinamide yang bagus untuk mencerahkan kulit.

Citra Greentea Anti Acne Facial Mousturizer & Pixy White Aqua Gel Night Cream
Untuk day cream sekaligus mousturizer aku pilih Citra Greentea Anti Acne karena melihat review produk ini lagi-lagi ketika aku berjerawat. Sebelumnya aku memang pakai Citra juga tapi yang varian whitening pearl nya itu. Karena reviewnya bagus dan ada klaim bisa untuk menghilangkan dark spot by acne, aku masih pake Citra Green Tea ini. Baunya enak dan nggak ada efek shimmer blink-blink kaya yang pearl, jadi aku suka dan nggak bisa skip sama varian ini karena kulitku lagi sangat membutuhkan pelembab tapi tetap bisa dapat manfaat reduce the dark spot. Aku pakai setelah habis mandi pagi dan sore. Untuk malamnya aku pakai Pixy White Aqua Gel Night Cream. Karena ingin punya night cream berbahan dasar air biar ga lengket, jadinya aku milih produk ini. Beli Laneige terlalu mahal karena pengeluaranku sebelumnya udah terkuras akibat beli produk anti cerawat hahaha.

Eye Treatment (HPAI Minyak Zaitun Extra Virgin Olive Oil)
Aku belum punya eye cream, jadi untuk eye treatment biasanya aku pakai minyak zaitun. Biasanya semua produk aku pakai di pagi dan malam hari. Mungkin cuma beda di day cream sama night cream. Tapi eye treatment ini biasanya cukup aku pakai malam hari karena kalau pagi-pagi cukup buru-buru hehehehe. Minyak zaitun ini bisa juga dipakai buat rambut, alis, bulu mata, bekas jerawat, juga scrub untuk bibir dan muka. Tinggal campur dengan kopi kalau untuk scrub wajah dan gula untuk scrub bibir.

Vaseline Lip Theraphy Creme Brulee
Produk yang harus selalu dipakai dan dibawa kemana mana. Mau pas lagi pake lipstick atau enggak, bibirku ini memang superrr dryy bahkan kalau Bogor lagi dingin dan panas bisa pecah pecah. Kalau lipstik matte jelas bikin kering, tapi kalau pake liptint aja masih kering sampai terlihat crack, aku rasa itu sih parah banget. Tadinya mau beli varian Rosy Lips, tapi berhubung nggak ada jadi pilih varian ini yang penting bibirku lembab.

Emina Sun Protection SPF 30 PA+++
Sunscreen favorit aku. Murah dong pastinya, dan yang menurut aku paling penting dia nggak terlalu berat dan berminyak kaya sunscreen lainnya. Emina ini juga menurutku membuat wajahku lebih cerah satu tone. Hahaha. Aku itu paling sering skip produk ini, terus mulai komitmen bulan Mei untuk pakai ini terus. Doain istiqomah ya, karena sunscreen penting banget buat melindungi kulit kita dari sinar UV matahari yang bisa membuat kulit rentan kena kanker kulit. Bagiku ini adalah the main of skincare.

Jadi itulah skincare routine morning and night aku. Plis, jadiin 10 ya karena essense udah digabung dengan serum. Tapi, kamu bisa kok pake serum lewat sheet mask. Itu yang kemaren aku lakuin. Untuk skincare routine mingguan, produk produk yang aku gunain selain Lulur Wajah Velrose Secret dan Masker Organik Crushlicious, ada beberapa masker dan scrub yang aku pakai tapi nggak setiap hari, cukup 2 sampai 3 kali seminggu.

Jafra Beauty Dynamics Gentle Exfoliating Scrub
Jujur, ini skincare aku yang paling mahal wkwk. Harganya sekitar 165 ribuan, which is aku sebenernya mikir banget belinya. Ini bener-bener desakan dari temen aku yang jadi member MLM nya Jafra. Kayaknya aku kapok belinya, karena menurut aku kemahalan dan bikin kantong kering hanya buat beli satu produk skincare. Tapi, kalau dari kualitas oke kok. Jafra ini salah satu un-local product skincare yang aku punya. Kalau nggak salah dari Meksiko dan ini aman untuk ibu hamil dan menyusia. Salah satu produk natural lah kayaknya soalnya Jafra ini paraben free. Tapi, kalau disuruh milih aku jujur lebih milih St. Ives Apricot Scrub itu. Scrub Jafra ini lama banget nggak aku pakai sekitar 3 bulanan karena aku kemaren kan jerawatan. Sekarang baru mulai dipake lagi nih.

Mustika Ratu Bengkoang Roots Mask
Masker pertamaku pada jamannya, hihi. Karena saking banyaknya masker jadi aku jarang banget pake ini. Niatnya mau ngabisin tapi aku emang mager pake masker bentuk pasta karena pas ngebersihinnya licin. Overall, masker ini bagus buat mencerahkan kulit kalau dipakai rutin 2 – 3 minggu sekali.

Freeman Feeling Beauty Mud Mask Charcoal & Black Sugar
Mud mask favoritttt. Aku selalu pakai ini sehabis jalan-jalan naik motor. Maklum lah dulu hobby nya jalan-jalan. Mud mask ini bener bener ngebersihin muka sampai ke pori-pori. Produk dari Amerika ini juga favoritnya Suhay Salim. Kebetulan aku beli Freeman ini nitip sama teman aku di Watsons Singapure, jadi harganya lebih murah deh. Pakainya cukup 2 sampe 3 kali setiap minggu. Diselang seling aja sama masker lain. Tapi kalau ngerasa muka kotor banget, aku pasti pake ini. Cukup pakai 10 menit aja, karena kalau kelamaan bakalan kering.

Yeayyy, akhirnya selesai juga review skincare routine. Mungkin dari kalian bertanya tanya kenapa maskerku agak lebih banyak dari skincare lainnya. Iyaaa, aku itu gila banget maskeran. Soalnya menurutku, skincare yang paling minim resiko membuat breakout itu masker. Ada produk yang sebenarnya aku pernah pakai juga, tapi tidak aku repurchase. Contoh toner cuka apel yang entah kenapa kayaknya nggak cocok di aku. Ada juga masker peel off yang aku beli di Zhofira. Btw, semua skincare aku affordable kan? Yes, karena ternyata.. muka aku sendiri kayaknya emang suka breakout pas pake yang mahal mahal. Haha.. bahkan pakai Wardah aja aku nggak cocok. Huhuhu.. satu-satunya produk Wardah yang aku suka cuma pensil alisnya. Selain itu nggak ada yang cocok. Day creamnya membuat aku jerawatan parah kemaren, lip cream mereka yang super hype itu entah kenapa aku juga merasa cracky abis di bibir aku.

Penggunaan skincare yang konsisten bagi aku ngaruh banget. Terutama buat tekstur kulit wajah, pori-pori, komedo, dan kecerahan kulit. Sebenernya skincare itu bukan soal murah atau mahalnya. Tapi melihat ke permasalahan kulit sendiri dan pemakaian yang konsisten. Seperti dikatakan diawal, aku susah banget dengan sunscreen karena sunscreen harus diaplikasikan sekitar 2 – 3 jam sekali dan 15 menit sebelum terpapar sinar matahari. Ini PR banget buat aku, karena kemaren pas KKN aku selalu terpapar sinar matahari. Jadi semoga kita bisa sama-sama istiqomah menggunakan produk penting ini ya.

Baiklah, sekian review untuk tagline “beauty” kali ini, sengaja aku tulis agak panjang karena ini juga ada maksud lain yaitu membantu teman-teman yang (mungkin) sedang berjerawat tentang produk-produk affordable yang bisa kalian gunain sebelum, pas, dan paska berjerawat. Semua produk ini cocok di aku, tapi belum tentu cocok di kamu. Jadi? Iqra. Bacalah, bacalah, bacalah. Aku juga melewati masa-masa trial skincare. Tetap semangat dan konsisten menjaga kesehatan kulit. Karena bukan untuk kecantikan aja, bagiku ini salah satu upaya untuk bersyukur menjaga ciptaan dari Allah :)
Jumat, 01 Juni 2018 0 komentar

#LelakiHarusTau: Berapa sih Budget Makeup Perempuan?

Eh tumben, kok ngebahas tentang makeup? Hehe, iya. Diantara semua tulisan di blog ini yang kebanyakan isinya (curhat, galauan, puisi, tips and trick, jalan-jalan) bahasan tentang make up memang belum pernah saya bahas. Kenapa? Pertama, saya bukan beauty vlogger. Kedua, pengetahuan saya tentang make up selain bedak dan lipstik masih cupu banget karena baru tahu pas semester 6 ini. Ketiga, saya tidak terlalu make up addict. Tapi tentu, saya tahu gimana cara memakainya.




Dibanding teman-teman saya yang sudah pakai lama sama make up, mungkin saya cupu banget karena baru tahu make up full itu sewaktu semester 6. Selama ini kemana saja? Dari SMP sampai SMA, saya cuma pakai face wash, bedak bayi dan lipgoss. Saya sudah kenal lipgoss karena bibir saya kering sekali, bahkan kalau cuaca lagi panas-panasnya bisa sampai berdarah karena pecah-pecah. Sunblock? No at all. Kadang pakai hand & body aja malas :D tapi pernah suatu ketika saya pakai day cream, sebenernya dulu belum paham kalau day cream itu bagus buat mencegah penuaan dini. Dulu alasannya, saya suka pakai day cream karena ada efek shimmer nya. Jadi muka kaya ada kesan blink-blink seperti kenal glitter. Masuk kuliah sampai semester 4, cukup pakai face wash, day cream, bedak two way cake, dan lipstick warna nude.

Nah, barulah semester 5, entah bagaimana saya jadi suka merawat kulit dengan berbagai masker. Waktu itu saya lagi patah hati. Ahaha.. mungkin skincare menjadi salah satu heal stuffs bagi saya saat itu. Dan saya setuju banget sih, make up itu jadi kekuatan dan energi sendiri ketika kita beraktivitas. Lebih percaya diri, itulah yang saya rasakan. Asal menyesuaikan acara dan tempatnya. Kurang pas kalau pergi ke kampus kalau pake lipstik warna ungu. Btw, meski baru memakai itu semua di awal semester 6, saya sudah kenal make up dari SMP. Pertama pakai saya langsung bisa karena melihat Ibu yang sering dandan natural. Tapi untuk pakai ya pas semester 6. Tapi penggunaan make up lengkap dengan foundation/BB cushion, maskara, eyeliner, bedak, lipstik, blush on, concealer, bronzer dan teman-temannya tetap saya imbangi dengan penggunaan skincare supaya wajah tetap sehat.

Alhamdulillah, rangkaiannya juga lengkap mulai dari cleansing, facial wash, toner, essense/serum, moustorizer, sampai sunblock. Ditambah peeling atau eksploiting seminggu dua kali atau pakai masker atau lulur wajah organic yang jadi kesukaan saya. Bagi saya pengetahuan itu penting karena skincare berguna banget buat muka kita. Saya aja baru tahu kalau sunblock punya peran yang penting parah untuk mencegah kanker kulit. Semoga ikhtiar merawat wajah bukan hanya untuk mempercantik penampilan sih, tapi juga karena menjaga amanah dan mensyukuri nikmat punya wajah yang tidak kurang satu apapun.

Okay, prolognya sudah terlalu panjang. Jadi berapa sih budget make up perempuan?

Sebenarnya harga make up perempuan itu mahal. Iya, mahal banget. Sekali beli skincare dan teman-temannya cukuplah mencapai harga 500 sampai 700 ribu. Makanya saya nggak pernah beli sekaligus, tapi mencicil satu persatu. Itu juga kalau saya gajian dari honor asisten. Hehehe... Dengan harga segitu, biasanya sudah all in, isinya ada day cream, night cream, foundation, lipstick, mascara, eye liner, eye shadow, blush on, cleanser, dan tralala trilili lainnya (engga perlu disebut satu-satulah ya, nanti laki-laki pusing, hehe). Harga setiap item beda-beda, yang termurah ada di kisaran 30 ribu sementara yang termahal ada di kisaran 150-200 ribu. Dan, ini yang paling penting: setelah selesai beli dan bayar, biasanya perempuan suka sedih lihat struk belanjaan. Masalahnya, harga yang perlu dibayar bisa setengah gaji saya. Hoho..

Terus, repot dong kalau paska menikah nanti harus ngeluarin uang segitu untuk beli makeup perbulan?

Nah! Ini yang menarik. Sepengalaman saya, setiap item make up itu biasanya lamaaaa banget habisnya. Rata-rata 3-4 bulan baru habis, dan bahkan ada juga sih yang 2-3 tahun belum habis (biasanya eye shadow nih yang awet banget, sampai kayaknya sampai kapan-kapan juga engga perlu beli lagi). Jadi, sekali beli memang mahal, tapi untuk berbulan-bulan. Kalau setiap bulan beli terus mah atuh saya juga sebagai perempuan berat banget ngeluarinnya, mending buat yang lain. Hehe.
Kamu, para laki-laki, boleh tanya sama ibumu atau kakak perempuanmu tentang budget bulanan mereka, biasanya budget make up itu per tiga bulan, bukan bulanan, apalagi harian. Karenaaa, yang biasanya jadi pengeluaran rutinan adalah beli sayur ke pasar. Hehe. Cheers!
 Disclaimer: budget make up seharga di atas adalah untuk pembelian yang sesuai kebutuhan, engga tau deh kalau yang belinya sesuai keinginan bisa semahal apa jadinya. Kalau setiap ingin beli, setiap penasaran beli, setiap ada yang baru beli. Kalau saya alhamdulillah sudah taubat, pertama mahal. Kedua, make up juga bisa kadaluarsa. Pokoknya, bahaya itu mah. Jangan deh! Bahaya dan menyedihkan, bro!
 
;